BRMP Kalsel Aktif Kawal Kegiatan Oplah dan CSR di Tabalong
TABALONG (brmp-kalsel) --- Tim BRMP Kalimantan Selatan melaksanakan peninjauan ke lokasi kegiatan optimalisasi lahan (oplah) dan cetak sawah rakyat (CSR) di Kabupaten Tabalong pada Selasa-Rabu (19-20/08/2025). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pendampingan dan pengawalan kegiatan oplah dan CSR di Tabalong untuk kejar target tanam sesuai jadwal pemerintah yaitu pada September mendatang.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dinas Ketahanan, Perikanan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tabalong, PPL setempat, unsur pelaksana dari Kodim 1008/Tabalong, pelaksana konstruksi dan petani setempat.
Adapun titik lokasi yang menjadi lokasi peninjauan kegiatan oplah adalah di Desa Takulat dan Desa Bahungin Kecamatan Kelua dan kegiatan CSR dengan titik lokasi di Desa Masingai I, Kecamatan Upau. Peninjauan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemajuan pelaksanaan pembangunan konstruksi di lokasi baik di lokasi kegiatan oplah maupun CSR di Kabupaten Tabalong. Pembangunan konstruksi di lokasi oplah yang telah dikerjakan saat ini adalah normalisasi saluran air irigasi, dan selanjutnya akan dilakukan pengerjaan pembangunan pintu air, unit pompa air, dan tanggul. Sedangkan dilokasi CSR telah dilakukan pengerjaan land clearing dan land levelling.
Dalam kesempatan tersebut, tim BRMP Kalimantan Selatan berdialog langsung dengan tim yang ada di lapangan terkait dengan pengerjaan pembangunan konstruksi kegiatan oplah dan CSR, kendala teknis yang ada di lapangan, serta memberikan arahan agar segera dibentuk brigade pangan di lokasi CSR agar para petani dapat memperoleh bantuan alat pertanian dari Kementerian Pertanian, karena salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan tersebut hanya melalui brigade pangan. Selain itu di lokasi oplah yang telah dibentuk brigade pangan, agar persyaratan administrasinya dapat segera dilengkapi dan diinput oleh PPL ke aplikasi e-simluhtan.
Melalui kegiatan pengawalan dan pendampingan oplah dan CSR ini, Kementerian Pertanian berharap penyelesaian pengerjaan pembangunan konstruksi dapat selesai tepat waktu dan dapat segera dilakukan pengolahan lahan oleh para petani. Dampaknya dapat meningkatkan indeks pertanaman padi bagi para petani dan perluasan areal tanam padi, sehingga program yang dicanangkan ini dapat mendukung peningkatan produksi pangan serta peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.(/fhw)